Nasir Djamil Minta Densus 88 Tidak Sewenang-wenang Menangkapi Tokoh Islam

18 November 2021

Ilustrasi penangkapan teroris. (JawaPos.com)

KALTIM.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil meminta agar Densus 88 tidak berbuat sewenang-wenang menangkapi tokoh Islam. Nasir meminta Densus 88 transparan dan mengedepankan hukum serta keadilan.

Hal itu disebut politisi PKS, terkait dengan penangkapan tiga terduga kasus terorisme yaitu Farid Ahmad Okbah (FAO), Anung Al-Hamat (AA) dan Ahmad Zain An-Najah (AZ). “Setahu saya mereka itu dalam ceramahnya tidak menghujat pemerintah atau berorientasi takfiri,” kata Nasir dalam keterangannya, Rabu (17/11).

Legislator PKS ini meminta Densus 88 tidak terkesan menyasar penceramah muslim dan menyudutkan Islam. Mantan anggota Pansus RUU Terorisme ini bilang, undang-undang memberikan hak penyidik untuk menangkap pelaku yang diduga melakukan tindak pidana terorisme. Namun, Densus perlu memberikan penjelasan yang transparan atas penangkapan tersebut.

“Hal ini penting dilakukan agar jangan sampai terkesan Densus 88 yang pernah ditantang oleh organisasi teroris KKB Papua, malah beraninya hanya menyasar mubalig muslim, tebang pilih dan cenderung menyudutkan umat Islam,” katanya.

Karena itu, Nasir ini meminta Densus 88 agar memberikan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia terhadap tiga orang ulama yang ditangkap itu.“Sebagai legislator Komisi Hukum DPR RI, saya berkewajiban mengingatkan Densus 88 agar perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia harus tetap diberikan selama mereka ditahan. Dengan kata lain, hak-hak mereka harus dipenuhi,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI