9 Penambang Emas Berhasil Diselamatkan Setelah Tertimbun Longsor

9 November 2021

Sembilan warga sempat terperangkap di Pertambangan emas tanpa izin (PETI), Senin (8/11) kemarin, sekira pukul 18.45 WITA.

KALTIM.FAJAR.CO.ID, MANADO — Sembilan warga sempat terperangkap di Pertambangan emas tanpa izin (PETI), Senin (8/11) kemarin, sekira pukul 18.45 WITA. PETI tersebut berada di dalam Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Masing-masing Amran Mangarewarga Dumoga Satu, Rafles Mangare warga Dumoga Satu, Tommy Passa warga Dumoga Satu, Apet warga Dumoga Satu, Andi Balansa warga Imandi, Rusli Padjama warna Imandi, Jun Komaling Warga Uuwan, Fill Pangalila warga Tonom, dan Gerry Manengkey warga Dondomon.

Informasi dirangkum, kejadiannya di lubang galian emas milik warga berinisial V, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Lokasi PETI berada di lembah sunyi Desa Mopugad Kecamatan Dumoga Utara, Bolmong. Waktu itu tiba-tiba mengalami longsor.

Saat mengalami longsor, sejumlah warga langsung mencari bantuan. Beruntung longsoran tersebut hanya menutup jalan masuk-keluar lubang dan tidak sampai menimbun para penambang tersebut.

Kemudian, melalui proses evakuasi, sembilan penambang yang terperangkap di dalam PETI, akhirnya berhasil diselamatkan.

Kapolsek Dumoga Utara Iptu I Ketut Wiyasa, menyebutkan, saat dievakuasi kondisi sembilan penambang dalam keadaan baik dan sehat.

Sementara proses evakuasi berlangsung cukup lama dramatis. Karena dilakukan secara manual dan penuh kehati-hatian. Agar tidak terjadi longsor susulan.Warga yang melakukan evakuasi sempat menghubungi para korban yang sedang terkurung di dalam lubang melalui selang plastik yang dimasukan dan mendapat informasi bahwa para korban masih dalam keadaan hidup.

Sedangkan penyebab terjadinya longsor oleh karena kayu penahan bongkahan tanah dan bebatuan di atas lubang sudah lapuk sehingga patah.

Komentar

VIDEO TERKINI