Dubes Uni Eropa Jajaki Potensi Ekonomi Baru dan IKN di Kaltim

29 Oktober 2021

DUTA Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket (kanan) saat berkunjung ke Kaltim.

KALTIM.FAJAR.CO.ID – DUTA Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket mengatakan, saat ini Kaltim memang menjadi perhatian. Sebab, pengembangan Indonesia akan ada di provinsi ini seiring dengan pemindahan IKN.

Dalam bahasa Inggris, Vincent menjelaskan, Kalimantan memang menarik untuk investasi ibu kota baru. Seperti di sektor energi, pengolahan, jalan, atau transportasi publik.

Dia tak menampik bahwa ekonomi Kaltim selama ini memang bergantung dengan sumber daya alam fosil. Sementara itu, Uni Eropa kini tidak hanya mengandalkan investasi manufaktur. Tetapi, juga investasi di bidang pengetahuan juga digital.

“Kita bisa meningkatkan kemampuan di Kalimantan. Itu yang akan membuka peluang modal baru,” ungkapnya. Dia melanjutkan, selama lebih 30 tahun, Uni Eropa telah bermitra dengan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Pada 2019, Uni Eropa meluncurkan program lima tahun ARISE + Indonesian Trade Support Facility senilai 15 juta euro.

Program ini memberikan dukungan teknis ke pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan. Tujuannya, meningkatkan kapasitas ekspor dan untuk memenuhi aturan serta standar perdagangan internasional. Lelaki asal Belanda itu mengatakan, Kaltim memang banyak menghasilkan batu bara.

Secara umum 60 persen ekspor batu bara Indonesia dari Kaltim. Namun yang perlu diingat, ucap dia, batu bara adalah sumber energi yang menghasilkan karbon dan dikurangi dalam kebijakan internasional. “Jadi perlu transisi ekonomi. Eropa juga perlu melakukan transisi.

Komentar

VIDEO TERKINI