71 Hektare Aset Korupsi Jiwasraya Tersebar di Balikpapan, Kejari Siap Eksekusi

22 Oktober 2021

Tim dari Kejagung dan Kejari Balikpapan di lokasi lahan milik Bentjok yang kini dirampas oleh negara. FOTO KEJARI BALIKPAPAN

KALTIM.FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya juga menyasar Balikpapan. Di mana aset milik bos PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro (Bentjok) sebagai terpidana itu juga banyak di Kota Minyak.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan Ardiansyah melalui Kasi Intelijen Oktario Hutapea mengatakan, Tim Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan verifikasi lapangan, pengamanan, dan penilaian (appraisal) barang rampasan harta milik Bentjok di Indonesia terkait kasus Jiwasraya.

Khusus di Balikpapan, terdapat 36 bidang tanah. Totalnya sekitar 71 hektare. “Sebenarnya ada juga aset milik Bentjok yang tersebar di beberapa daerah di Kaltim. Tapi itu akan jadi urusan Kejari di masing-masing daerah,” ucapnya, Kamis (21/10).

Dikatakan, kegiatan pemulihan aset dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2937 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 24 Agustus 2021. “Dari 36 bidang tanah itu tersebar di sejumlah kawasan di Kelurahan Manggar, Balikpapan,” bebernya.

Kejagung menerbitkan surat bernomor B-/K.4/Kpa.5/09/2021 perihal permohonan penilaian barang rampasan negara. Surat itu ditujukan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Balikpapan.

Dalam surat itu disebutkan, dari 36 bidang tanah, sebanyak empat bidang berstatus sertifikat hak milik (SHM). Sedangkan sisanya berstatus sertifikat hak guna bangunan (SHGB).

Pria yang akrab disapa Okta itu mengaku, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Tim PPA Kejagung, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan, dan KPKNL Balikpapan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor BPN Balikpapan, Senin (18/10).

Komentar

VIDEO TERKINI