Diduga Kasus Penggelapan, Saling Lapor Komisaris dan Direksi Kapal Api ke Polda Banten

16 Oktober 2021

Anak dan istri Bos Kapal Api dilaporkan ke Polda Banten (ist)

KALTIM.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kisruh antara direksi dengan komisaris PT Kahayan Karacon memasuki babak baru. Kali ini giliran anak dan bos Kapal Api dilaporkan ke Polda Banten.

Setelah sebelumnya Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto selaku komisaris melaporkan direksi ke Mabes Polri, atas dugaan penggelapan dalam jabatan.

Kali ini giliran Direktur Utama (Dirut) PT Kahayan Karyacon yang melaporkan balik istri dan anak bos Kapal Api Group Soedomo Mergonoto itu ke Polda Banten.

Mimihetty dan Christeven disangka melakukan tindak pidana penggelapan dan atau penggelapan dalam jabatan, sesuai Pasal 372 atau 374 KUH Pidana, dengan ancaman 5 tahun penjara.

Laporan ini tercantum dalam Laporan Polisi No. TBL/B/364/IX/2021/ SPKT I DIRKRIMUM /POLDA BANTEN Tanggal 29 September 2021.

“Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto diduga menggelapkan aset perusahaan PT Kahayan Karyacon kurang lebih Rp3 miliar, kami sudah berikan bukti permulaan ke Polda Banten dan saya selaku pelapor langsung diklarifikasi agar laporan polisi bisa segera diproses,” ujar kuasa hukum Dirut Kahayan dari LQ Indonesia Law Firm, Adi Gunawan, Sabtu (16/10/2021).

Adi berjanji LQ akan terus mengawal kasus ini, sampai keadilan bagi kliennya tercapai.

“Kami harap tidak ada yang merasa kebal hukum, para pemilik Grup Kapal Api juga harus mengikuti proses hukum, akan kami kawal kasus ini,” kata dia.

Sebelumnya, Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto melaporkan direksi PT Kahayan Karyacon ke Mabes Polri atas dugaan penggelapan dalam jabatan.

Mimihetty dan Christeven melaporkan para direksi perusahaan lantaran mereka dinilai tak pernah memberikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen.

Ia yang merasa dirugikan, meminta pertanggungjawaban modal perusahaan yang telah mereka setor.

Komentar

VIDEO TERKINI