Terjaring Razia di Kosan Pria, Lima Siswi Ngaku Lagi Numpang Sarapan

14 Oktober 2021

Kapolsek Losarang Kompol H Mashudi memberikan pembinaan kepada para pelajar yang terjarinng razia petugas gabungan, Selasa (12/10). FOTO: RADAR INDRAMAYU

KALTIM.FAJAR.CO.ID, INDRAMAYU – Petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP melakukan pengamanan terhadap lima siswi yang terjaring razia di sebuah kosan, Kecamatan Losarang.

Mereka diamankan sekira pukul 10 pagi saat sedang berada di kos-kosan pria, yang berada di Jalan Bypass Desa Santing, Kecamatan Losarang tepatnya dibelakang PT Grand Indonesia Industri (GII).

Kelima siswi dari SMK dan SMP di wilayah Kecamatan Losarang dan Kandanghaur lantas diangkut ke Mapolsek Losarang untuk diberikan pembinaan. Petugas juga turut membawa 3 siswa yang mengaku sebagai teman dari para pelajar putri itu.

Kepada petugas mereka mengaku berada di kosan pria lagi menunggu jadwal gilir belajar sesi kedua. Sembari itu mereka numpang untuk sarapan.

“Alasannya belajarnya dapat giliran sesi kedua dan mencari makan untuk sarapan,” ungkap Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kapolsek Losarang, Kompol H Mashudi SH MH.

Pun demikian, pihaknya tetap memberikan pembinaan dan edukasi melibatkan kepala sekolah asal siswa, orang tua serta wali murid dan perangkat desa.

Semua handphone milik pelajar diperiksa dalam upaya pencegahan terhadap penyimpangan penggunaan teknologi IT.

“Kami bina, berikan edukasi kepada anak-anak kita ini supaya dapat membedakan mana tindakan atau perilaku yang benar dan salah. Supaya mereka terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran, narkoba, dan kehidupan bebas yang tidak dibenarkan,” terang Kompol Mashudi.

Ditegaskannya, petugas gabungan akan terus menggencarkan razia sekaligus melakukan pengawasan terhadap para pelajar selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Patroli digencarkan demi mencegah para pelajar berkeliaran yang berpotensi terjadinya aksi tawuran.

“Kita ingin antisipasi agar tidak ada lagi pelajar yang sebelum atau setelah belajar di sekolah nongkrong atau kumpul-kumpul. Apalagi sampai konvoi di jalan raya. Jika kita temukan tentu diimbau agar para pelajar segera pulang ke rumah masing-masing usai PTM di sekolah selesai, mengingat kondisi masih pandemi Covid-19,” terangnya, Selasa (12/10).

Pihaknya juga meminta, para orang tua juga harus ikut melakukan pemantauan ke mana anaknya pulang.

Dengan pengawasan ketat dari petugas dan orang tua, maka anak tidak akan berani untuk melakukan kegiatan yang berpotensi negatif. (radarcirebon)

Komentar

VIDEO TERKINI