LBH Makassar Tuding Polres Lutim Langgar Aturan saat Kunjungi dan Liput Korban

13 Oktober 2021

Ilustrasi Perkosaan Anak. (int)

“Terkait dengan LBH Makassar yang mengatakan bahwa telah memiliki bukti baru, silakan diserahkan. Karena sampai hari ini alat bukti baru itu belum diserahkan kepada pihak Kepolisian.

Kami menunggu apabila bukti-bukti baru tersebut diserahkan, tentunya penyidik akan mendalami,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri di Mabes Polri, Jakarta.

Sementara LBH Makassar menyatakan, ada saksi ahli dan pengakuan tiga korban yang mengaku bahwa dugaan pemerkosaan itu menimpa dirinya.

“Pada intinya kami sudah mengajukan dokumen pendukung, orang-orang ahli untuk diperiksa oleh Polri,” kata Kadiv Perempuan, Anak, dan Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi, Sabtu (9/10/2021).

Selain itu, juga ada hasil rekam medis di rumah sakit di Luwu Timur yang harus diambil polisi sebagai pemegang wewenang pengambilan alat bukti tersebut.

Selain itu, bila dikatakan kasus dihentikan karena tidak ada bukti kekerasan di hasil visum, lanjut Resky, hasil visum itu bukan jadi bukti utama sebuah kasus bisa dihentikan.

“Menurut keterangan ahli kami selaku pendamping yang berpengalaman dalam kasus anak, tidak selalu hasil visum menunjukkan indikasi kekerasan seksual tidak terjadi,” katanya.

“Apalagi kami punya petunjuk bahwa ada bekas fisik di anak. Jadi meski visum nihil, tapi yang penting ada petunjuk dulu. Tapi yang utama adalah para anak menerangkan kekerasan seksual itu terjadi,” jelasnya kepada wartawan. (Ishak/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI