Pungli Sertifikat Tanah, Polisi Tangkap Lurah Sungai Kapih dan Sita Uang Rp 678 Juta

11 Oktober 2021

Polisi beber tersangka dan barang bukti. (Prokal)

KALTIM.FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Lurah Sungai Kapih Kecamatan Sambutan, inisial EA usia 53 tahun dan rekannya inisial RA 46 tahun ditangkap polisi pada Selasa (5/10/2021) lalu karena melakukan pungutan liar (pungli) program Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita uang Rp 678 juta hasil pungli dari 1.500 warga yang mengajukan sertifikat tanah. Pungli dilakukan oknum Lurah ini sejak tahun 2020.

Saat itu, Kelurahan Sungai Kapih mengajukan PTSL ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk bidang tanah 1500 pemohon. Didahului dengan pendataan dan pendaftaran pemohon. Pada saat pendaftaran, pemohon dikenakan Rp 100 ribu.

Kemudian, Juli 2021, Kantor BPN Samarinda menyampaikan pelaksanaan PTSL di Sungai Kapih dengan sosialisasi kepada masyarakat tentang persyaratan dan biayanya.

Tindak lanjut dari sosialisasi tersebut, Kelurahan Sungai Kapih membentuk tim dengan menunjukan tersangka RA. Ketika itu Lurah Sungai Kapih tak membentuk Satuan Tugas tingkat Kelurahan sebagaimana Peraturan Walikota Nomor 24 Tahun 2017.

Lalu, pada tahun 2021, petugas Kantor BPN Samarinda meminta kelengkapan administrasi 980 pemohon yang memenuhi persyaratan untuk proses PTSL lebih lanjut.

Saat itu, tersangka RA menyampaikan kepada pemohon bahwa ada biaya pengenaan menunjang operasional terhadap pelaksanaan tersebut sebesar Rp 1,5 juta per kavling tanah 10 kali 20 meter. Ada 540 pemohon yang membayar pengenaan biaya tersebut.

Komentar

VIDEO TERKINI