Deretan Harta Kekayaan Kepala Daerah Di Kalsel

11 Oktober 2021

Grafis: Radar Banjarmasin

KALTIM.FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Kepala daerah memang belum memasukkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk update terbaru di 2021.

Namun, kekayaan mereka di dua tahun terakhir sebelum dan sesudah pandemi menggambarkan bagaimana naik-turun harta mereka setelah menjabat kepala daerah.

Tahun pandemi di 2020 tak membuat semua orang menjadi miskin. Setidaknya tidak bagi beberapa kepala daerah.

Bupati Batola Noormiliyani misalnya, menjadi salah satu kepala daerah di Kalsel yang dalam pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Desember 2020 lalu mengalami kenaikan harta kekayaan sekitar 50,19 persen.

Pada laporan LHKPN KPK yang bisa diakses dan diunduh masyarakat ini, terjadi kenaikan harta kekayaan Bupati Batola Noormiliyani.

Pada pelaporan LHKPN 31 Desember 2019, harta kekayaan Bupati “hanya” Rp 9.734.406.730. Sedangkan pada pelaporan LHKPN 30 Desember 2020 melonjak menjadi Rp 14.619.680.810.

Hasil kekayaan Bupati Balangan Abdul Hadi tertanggal 22 Maret 2021 di periode awal menjabat sebagai kepala daerah juga bertambah. Ada kenaikan 15 persen dibandingkan laporan sebelumnya tahun 2019 saat dia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Balangan.

Kenaikan tersebut bukan dari hasil pendapatan maupun penambahan jumlah aset, melainkan pengurangan dari jumlah hutang. Sebelumnya dia memiliki hutang sekitar Rp2,4 miliar menjadi kisaran Rp1,1 miliar.

Sementara itu ada terdapat pengurangan harta dari tanah dan bangunan sebesar Rp45 juta, dan penyusutan nilai aset dari alat transportasi dan mesin senilai Rp23 juta.

Abdul Hadi mengatakan pengurangan nilai hutang itu dari angsuran yang dia bayar setiap bulannya yang dipotong dari gaji.

“Sedangkan pengurangan aset itu karena tanah yang berstatus warisan saya serahkan kepada adik, sehingga tidak lagi menjadi aset milik saya,” terangnya.

Bupati Kabupaten HSU Abdul Wahid HK juga menjadi satu bupati yang mengalami kenaikan harta. Pada tahun 2019, harta Wahid dilaporkan Rp 3.708.473.816. Sedangkan 2020 tadi naik sedikit menjadi Rp 3.775.879.753.

Hanya saja pada laporan akhir tahun 2020 itu, kendaraan bermotor baik roda dua dan empat tidak tercantum. Hanya ada aset tanah dan bangunan seluas 600 meter persegi, yang tertera.

Wahid setidaknya memiliki 10 dinas. Di rumah dinasnya di Jalan Patmaraga Kelurahan Murung Sari, terlihat mobil dinas jenis Camry, Fortuner, Innova dan Vellfire.

Untuk rumah pribadi, Bupati Wahid memiliki rumah sederhana terletak di Kompleks CPI Desa Jumba Kecamatan Amuntai Selatan. Rumah ini ditempati Wahid, sejak duduk menjadi anggota DPRD HSU di tahun 1999.

Bupati Wahid juga memiliki usaha keluarga berupa klinik kesehatan yang terletak di Jalan Pambalah Batung Kelurahan Paliwara Kecamatan Amuntai Tengah.

Komentar

VIDEO TERKINI