Kasus Pemerkosaan 3 Anak, LBH Makassar Berikan Bukti Baru

8 Oktober 2021

Ilustrasi. (int)

KALTIM.FAJAR.CO.ID – Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Rezky Pratiwi mengatakan pihaknya pernah memberikan bukti baru kepada Polda Sulawesi Selatan pada 2020. Namun polisi tetap menghentikan kasus tersebut.

Hal ini Pratiwi katakan, lantaran Bareskrim Polri menyebut penghentian kasus dugaan pemerkosaan kepada anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan oleh ayah kandungnya bisa dibuka lagi untuk diusut, asalkan adanya bukti baru.

“Bukti berupa dokumen-dokumen pendukung, kami ajukan laporan dari psikolog anak yang menerangkan bahwa telah terjadi kekerasan seksual terhadap tiga anak. Kemudian masing-masing korban juga menerangkan, itu kami ajukan,” ujar Pratiwi kepada JawaPos.com, Jumat (8/10).

Pratiwi mengaku sebenarnya bukti baru tersebut bisa didapat polisi lewat penyelidikan dengan membuka kasus tersebut kembali. Karena ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh LBH Makassar.

“Sepeti misalnya memanggil dokter, memanggil ahli. Itu kan yang kami tidak bisa kami lakukan,” ungkapnya.

Diketahui, terjadi dugaan pemerkosaan oleh seorang ayah terhadap tiga orang anak kandungnya masih di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 2019 lalu.

Ibu dari para korban pernah melaporkan tindakan kriminal tersebut kepada Polres Luwu Timur, namun laporannya tidak ditanggapi. Hingga penanganan kasus akhirnya diberhentikan oleh pihak kepolisian yakni Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan. (jpc)

Komentar

VIDEO TERKINI