Warga Jabodetabek Bakal Distop Gunakan Air Tanah, Antisipasi Penurunan Permukaan Tanah

6 Oktober 2021

Ilustrasi Kota Jakarta. FOTO: FAJAR INDONESIA NETWORK

KALTIM.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, bahwa pemerintah akan membuat rencana pemberhentian penggunaan air tanah bagi warga Jabodetabek seperti DKI Jakarta, Bekasi, dan Karawang.

Pernyataan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penurunan permukaan tanah yang sudah terjadi khususnya di Jakarta.

Berikut lima fakta mengenai rencana pelarangan warga untuk memakai air tanah:

  1. Pengganti Air Tanah

Rencana pelarangan penggunaan air tanah untuk mengantisipasi penurunan permukaan tanah di Jakarta yang saat ini sudah terjadi. Sebagai gantinya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) DKI Jakarta, Bekasi, dan Karawang akan menyediakan air minum yang berasal dari air baku yang bersumber dari Kawasan Jatiluhur.

Di mana, inisiasi sumber air akan diambil dari Bendungan Jatiluhur untuk SPAM regional Jatiluhur 1 dan Bendungan Karian untuk SPAM Karian Serpong.

  1. Rencana Operasi Tahun 2024

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan operasional dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yakni Jatiluhur 1 dan Karian Serpong, pada 2024 mendatang.

  1. Memerlukan Dana yang Besar

Menurut Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, pemerintah harus menggelontorkan dana yang tidak sedikit dan upaya itu harus direalisasikan.

Komentar

VIDEO TERKINI