Kotawaringin Timur Perpanjang Status Siaga Banjir

14 September 2021

Banjir yang melanda Desa Hanjalipan, Kabupaten Kotawaringin Timur belum surut, Minggu (12/9). (IST/RADAR SAMPIT)

KALTIM.FAJAR.CO.ID – Banjir yang belum usai membuat Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim memutuskan memperpanjang status tanggap darurat banjir hingga 20 September 2021.

Status tanggap darurat banjir sebelumnya ditetapkan melalui SK Nomor 188.45/0307/HUK-BPBD/2021 selama 14 hari pada 23 Agustus – 6 September.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Muhamad Yusuf mengatakan, banjir di Kotim telah mengakibatkan 5.875 unit rumah di 51 desa/kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan terendam banjir dengan ketinggian 10cm – 180cm.

Selain itu, sembilan bangunan sekolah dan tiga puskesmas serta satu jembatan terendam banjir yang mengakibatkan kerugian materil dan membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lokasi datarannya lebih tinggi.

”Beberapa desa sampai saat ini masih ada yang terendam banjir. Seperti di Desa Hanjalipan, banjir masih menggenang rumah warga, walaupun sudah surut, tetapi belum surut total,” kata Yusuf.

Selama tiga pekan bencana banjir, pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan berbagai upaya, di antaranya melakukan koordinasi, mendata rumah warga yang terdampak banjir, menginstruksikan kepala desa dan camat setempat menyediakan dapur umum darurat, mendirikan posko tanggap darurat banjir, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memberikan bantuan paket sembako dan pengobatan gratis.

Komentar

VIDEO TERKINI