Fixpool Indonesia, Andi Amran Sulaiman di Dorong Tokoh KTI Maju dalam Bursa Cawapres

31 Agustus 2021

Andi Amran Sulaiman (AAS)

KALTIM.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Menteri Pertanian RI 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, (AAS) masuk dalam survey Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang dirilis Fixpoll Indonesia beberapa hari lalu. Namanya bersama Sandiaga Uno disebut sebagai representasi Indoneia Timur.

Hal ini tidak mengherankan, dalam siaran pers yang diterima PE, Selasa (31/8/2021), mantan Menteri Pertanian era Jokowi-Jusuf Kalla itu dinilai banyak kalangan sangat berpeluang dan punya modal besar mewakil Indonesia Timur merebut kursi kepemimpinan nasional.

Tak jarang Amran disebut the next JK. Ramuan figur yang berasal dari pulau Jawa dan non-Jawa terbukti jitu dan beberapa memenangi Pilpres.

Sebut saja duet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2004 dan Jokowi – JK pada Pilpres 2014. Mereka adalah hasil ‘perkawinan silang’ dari wilayah barat dan timur Indonesia.

Dari sejumlah nama yang beredar di lembaga survei, tokoh dari Jawa masih mendominasi.

Diantaranya yang santer terdengar adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menparekraf Sandiaga Uno hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Namun perlahan namun pasti, nama Founder Tiran Group, Andi Amran Sulaiman mulai diperhitungkan sebagai tokoh representatif dari wilayah timur Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, berbagai tokoh dari Kawasan Indonesia Timur (KTI) mengatakan sosok ASS memang pantas masuk dalam bursa Calon Wakil Presiden. Bukan hanya itu tokoh KTI ini bahkan mendorong agar AAS turut dalam kontestasi Pilpres mendatang.

Salah satunya adalah Ketua Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan (KAMI IMM Sulsel), Abdul Rachmat Noer dan tokoh pengusaha nasional yang juga Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur, Annar Salahuddin Sampetoding

Menurut Abdul Rachmat Noer, masuknya nama AAS sebagai Calon Wapres adalah sesuatu yang logis karena kapasitas dan kompetensinya yang memang mumpuni untuk posisi tersebut.

“Saat ini, setelah Pak JK turun dari pusat kekuasaan, maka figur yang paling tepat mewakili Indoneisa Timur adalah Andi Amran Sulaiman,” ungkap Rachmat, Senin (30/8) kemarin.

Rachmat menyebut, beberapa faktor yang menguatkan yakni memiliki integritas dan kredibilitas tinggi. Memegang teguh komitmen untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur dan sejahtera, serta menentang keras perilaku yang merugikan rakyat seperti korupsi, kolusi dan, mafia pangan.

“AAS punya pengalaman dalam pemerintahan. Bahkan di periode beliau menjadi Mentan, Indonesia mampu melakukan swasembada pangan, meningkatkan ekspor komoditas pertanian, memberantas mafia pangan, dan sejumlah prestasi lainnya yang diakui dunia internasional,” papar Sekjen Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto (KKTJ) ini.

Selain itu, lanjut Rachmat, AAS juga memiliki modal ekonomi yang sangat mapan, sehingga tidak perlu tergantung kepada oligarki untuk pembiayaan kontestasi politiknya nanti.

Hal senada diungkapkan pengusaha nasional yang juga Ketua Dewan Ekonomi Indonesia Timur, Annar Salahuddin Sampetoding.

Komentar

VIDEO TERKINI